Ciro Immobile Ganas Bersama Lazo

By | December 10, 2017

Melihat karir Ciro Immobile selama 2 musim ini di kompetisi Serie A seperti melihat keganasan sekaligus keindahan. Banyak orang bertanya kenapa pemain yang sekarang menjelma jadi striker papan atas Italia itu sempat gagal di Spanyol dan Jerman?

Tapi, ditengah kesuraman sepakbola Italia yang gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2018, Rusia, Immobile seperti menikmati masa indah. Pemain 27 tahun tersebut melajutkan karir impresifnya di musim lalu, dengan Lazio yang menciptakan banyak gol.

Immobile sudah berkontribusi terhadap 22 dari keseluruhan 32 gol yang diciptakan Lazio pada musim ini. Penyerang andalan timnas Italia itu juga berperan besar dengan jalur mantan klub arahan Simone Inzaghi itu di kompetisi domestik serta Liga Eropa 2017/18.

Naluri mencetak golnya memang sudah ada pada kondisi puncak. Kini Immobile menjelma jadi penyerang konvesional yang juga dilengkapi dengan kemampuan untuk dapat menciptakan ruanh serta peluang untuk rekan satu timnya dengan beberapa gerakan agresifnya. Kelebihan itu membuat dirinya jadi aset yang tidak ternilai untuk klub manapun, dan Lazio sangat beruntung memiliki Immobile.

Selepas memuai karirnya di Juventus, tempat dimana dia lebih banyak diacuhkan, dia malah mendapatkan kejayaannya dengan Torino. Bersama Torino, Immobile sukses memenangkan tok skor terbanyak Serie A musim 2013. Prestasi itu membantu dirinya terpilih jadi bagian penting timnas Italia di ajang Piala Dunia 2014 lalu.

Tapi, selepas kompetisi 4 tahunan di Brasil tersebut, karirnya pernah terjebak dalam lubang hitam. Harapan untuk dapat menemui kejayaan di Bundesiga dengan Borussia Dortmund, berakhir dengan penurunan performa yang cukup drastis.

 3 gol pada setengah musim di kompetisi Bundesliga tentunya bukanlah catatan yang apik. Kala itu berbagai media olahraga ramai menyoroti kegagalan si pemain saat beradaptasi dengan taktik bermain di Bundesliga.

“Saya tak pernah mengerti kenapa media Jerman tak menyukai saya. Mungkin saja mereka kesal kepada Italia yang memenangi Piala Dunia di tahun 2016, di Jerman!”

Dengan terdorong memperbaiki karirnya, Immobile menerima pinangan peminjaman Sevilla pada pertengahan musim 2014/15. Dengan harapan gaya permainan Spanyol tidak berbeda jauh dengan Italia.

Sevilla pun berhasil memenangkan kelar Liga Eropa, namun peran Immobile tidak kunjung membaik dengan Sevilla. Dia banyak duduk di bangku cadangan sebab Sevilla lebih memilih untuk menurunkan Kevin Gameiro dan Carlos Bacca.

Tapi, Immobile tak perlu menunggu waktu lama untuk bisa menghilangkan label dari pemain gagal di Spanyol dan Jerman. Selepas dipulihkan kembali oleh tim kesayangannya, Torino, dia kembali menunjukkan kepintarannya dengan Lazio serta kini jadi salah seorang penyerang terbaik liga top Eropa. Dalam 14 laga awal Serie A musim ini, dia sukses menciptakan 15 gol dan 6 assists.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *