Peliknya Permasalahan Everton

By | October 4, 2017

Rentetan hasil buruk masih membuntuti jalan Everton diawal musim ini. Di kompetisi Liga Primer, mereka hanya mengoleksi 2 kemenangan. Sisanya Everton menelan 4 kali kalah serta satu kali hasil seri daam 7 laga. Tentunya hasil itu membuat Everton Cuma mengoleksi poin 7 dan terpuruk di peringkat ke 16.

Ironisnya, sebelum musim ini dihelat, Everton diperkirakan akan jadi tim kejutan yang bisa merepotkan tim-tim papan atas Liga Inggris. Prediksi itu mencuat lantaran mereka dinilai boros di jendela transfer musim panas kemarin.

Dari laman Transfermarkt, dana Everton guna mendatangkan pemain anyar di musim ini senilai 142,39 juta pounds dengan merekrut 9 pemain. Terlebih lagi sebelumnya The Toffes tak pernah menggelontorkan nilai yang melebihi 100 juta pounds.

Kepergian Romelu Lukaku  yang bergabung dengan Manchester United di bursa transfer musim panas lalu dinilai faktor yang paling siginifikan membuat produktifitas mereka anjlok. Sebelumnya Lukaku adalah mesin gol Everton. Di musim lalu, dia sukses mengoleksi 25 gol serta menjadi pemain dengan total gol terbanyak ke dua dua Liga Primer.

Peluang gol seharusnya datang dar Ramirez. Dalam gaya permainan, dia mempunyai kecepatan yang berpeluang mengobrak-abrik lini bertahan lawan. Tapi menilik karirnya hingga saat ini yang belum mampu mencetak satu golpun, dapat dikatakan dia masih belum memberikan efek positif untuk Everton.

Selain sektor penyerang yang mandul, penyebab lainnya ialah mandeknya sektor tengah untuk mengalirkan bola kedepan. Adaptasi pemain baru juga masih terkendala, sehingga performa mereka masih belum terlihat.

Ketika lini tengah yang ditempati Morgan Schneiderlein mengalami kebuntuan untuk mengirimkan umpan kedepan, sebetulnya pelatih Ronald Koeman dapat memilih sejumlah opsi, seperti menggeser Sigurdsson untuk ke tengah atau mengandalkan Davy Klassen.

Satu hal yang membuat Gylfi Sigurdsson spesial ialah kemampuannya yang dapat bermain pada beberapa lini. Selain di posisi sayap, dia juga dapat bermain di posisi gelandang.

Sebagai pengganti Sigurdsson jika bermain di tengah, di sayap kiri Everton bisa kembali mempercayakan kepada Kevin Mirallas. Mengembalikan posisi asli Mirallas ke kiri mungkin dapat membuat penyerangan Everton semakin maksimal. Di musim lalu Miralla mengoleksi rataan 1.44 dribling sukses dan juga rataan chance created per pertandingan 1.27.

Koeman sendiri juga menyadari jika belum maksimalnya gaya permain tim arahannya, dia harus memutar otak dalam susunan pemain. Oleh sebab itu tidak heran berbagai formasi sudah dia coba, mulai dari 3-5-2, 4-2-2-2, 4-3-3, hingga 4-2-3-1.

Tapi dari perubahan skema itu, beberapa pemain yang dimainkan tak banyak berubah. 8 pemain yang sama pasti menghuni susunan skuad The Toffes. Dengan situasi ini, mungkin Koeman akan kembali mengandalkan beberapa pemain andalannya di musim lalu, sembari menunggu pemain lainnya beradaptasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *