Emosi Gerard Pique dan referandum Catalan

By | October 3, 2017

Emosi Gerard Pique saat ini sedang naik turun. Di satu sisi, dia merupakan pemain tim nasional Spanyol. Tapi di sisi satunya Pique adalah warga Catalan yang sangat bangga dengan budaya dan sejarah Catalan. Pigue akhirnya memilih sikapnya.

Pique jadi bagian dari warga Catalan yang turut andil di pengambilan suara mengenai referandum Catalan yang digelar pada 1 Oktober lalu. Walau referendum tersebut dinilai tak konstitusional serta hasilnya tak bakal diakui pemerintah Spanyol, referendum tetap dilakukan, dan menimbulkan keributan dengan melibatkan pendemo serta pihak kepolisian Spanyol.

Media The Guardian melaporkan jika ada setidaknya 750 warga terluka karena kerusuhan yang telah terjadi di Catalan di hari pemungutan suara mengenai referandum itu.  Selain membuat ramai, situasi tersebut membuat pertandingan antara Las Palmas melawan Barcelona sempat bakal ditunda, meski akhirnya pertandingan tetap digelar walau tanpa penonton, hal itu bertujuan guna menghindari pemangkasan 6 poin yang bakal diterima Barcelona.

Setelah pertandingan yang berkesudahan 3-0 untuk Barcelona, Pique mengutarakan emosi yang sedang dia rasakan. Tanpa ragu, dia mengatakan jika laga tanpa penonton menjadi pengalaman yang paling buruk yang dia alami.

“Ini benar-benar laga yang sangat sulit untuk kami. Ini merupakan pengalaman paling buruk disepanjang karir saya sebagai pesepakbola profesional,” ungkap Pique dilansir Sky Sports.

“Kami telah bertukar pendapat di kamar ganti, serta ada pro dan kontra tentang keputusan tim untuk tetap bermain di pertandingan ini. kami juga paham jika ada sejumlah orang yang kurang memahami keputusan semacam ini. Mangemen telah berupaya untuk menunda laga, namun akhirnya pertandingan tetap digelar. Klub telah memutuskan, serta kami sebagai pemain wajib menjalaninya,” imbuh Pique.

Emosinya kembali memuncak saat dirinya membahas mengenai kemungkinannya untuk undur diri dari tim nasional Spanyol. Pique mendapatkan kritik dari sejumlah pihak tentang kedudukan yang dia ambil sebagai masyarakat Catalan. Dia tidak segan mundur bila memang apa yang jadi keyakinannya tersebut bertentangan dengan federasi dan timnas sepakbola Spanyol.

“Sebenarnya saya masih dapat bermain untuk tim nasiona Spanyol. Saya pikir ada banyak pihak yang tak setuju dengan apa yang telah terjadi disini (Catalan). Tapi, bila keikutsertaan saya bersama tim nasional jadi masalah untuk federasi ataupun pelatih, maka saya memilih mundur dari tim nasional Spanyol. Untuk saya, bermain bagi tim nasional bukanlah mengenai patriotisme saja, namun memperlihatkan penampilan terbaik yang dimiliki,” ungkapnya.

Jika nantinya Catalan memang benar-benar merdeka, Pique nantinya akan mendapat konsekuesnsinya, dia tak akan dapat kembali bermain untuk tim nasional Spanyol. Dia juga tak dapat menyumbankan sesuatu yang lebih, selain satu pilihannya yang dapat saja membuat Catalan memerdekakan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *