Mkhitaryan Tak Lebih bagus dari musim lalu

By | September 22, 2017

Liga Primer bari digelar selama 5 pertandingan. Duo Manchester memuncakl klasemen dengan jumlah kebobolan, gol, dan jumlah poin yang sama. Yang pasti ada pemain kunci yang membuat duo Manchester itu dapat memuncaki tabel klasemen.

Mkhitaryan

Terutama untuk United, bila kita memilih 1 pemain saja, yang paing banyak disorot ialah Henrikh Mkhitaryan. Disaat United mempunyai Paul Pogba dan Romelu Lukaku, Nemanja Matic yang berpeluang jadi perekrutan terbaik musim 2017/18 ini sebab dia dapat menstabilkan sektor tengah, hingga David de Gea yang dapat diandalkan dibawah mistar, tak mudah memilih 1 pemain saja.

United bisa memperlihatkan jika mereka dapat lebih bagus ketimbang musim 2016/17. Tak mengherankan, memang banyak yang menyoroti pemain asal Armenia tersebut. Dia sepertinya berhasil bangkit untuk menjadi pemain inti selepas pada musim lalu dia melakoni musim yang kurang menyenangkan serta menjadi penghangat dibangku cadangan.

Bagaimanapun juga, dia juga mendapat dukungan dari rekan setimnya. Lewat sistem awal, Mou dengan konsisten memakai formasi 4-2-3-1 dengan Nemanja Matic beroperasi di sektor tengah hingga ia dapat membebaskan Pogba. Selanjutnya permainan yang melebar dari lini kiri ditopang oleh Martial atau Rashford, sedangkan di lini kanan ada Antonio Valencia.

Sementara itu, Miki yang diposisikan sebagai sayap kanan atau langsung dibelakang penyerang, bakal terus bergerak serta beroperasi di lini tengah. Bila Miki langsung bermain dibelakang penyerang tengah, maka Juan Mata yang beroperasi di kanan tetap bakal beroperasi ke tengah.

Dari sinilah biasanya MU dapat mengontrol  permainan. Oleh sebab itu, gaya bermain melebar di sayap kanan United begitu dijaga oleh Antonio valencia yang bisa bergerak naik serta turun. Hal tersebut tak terjadi pada lini sayap kiri.

Perubahan yang kerap dilakukan Mourinho jelang akhir pertandingan  memang cukup apik. Dari siniah, sebetulnya kita tahu jika ada sejumlah kriteria pemain idaman Mou.

Dengan demikian, sektor tengah United bakal semakin kuat, atau setidaknya skema United berubah 4-3-3. Kuatnya pada lini tengah itu membuat United semakin dapat memakai formasi serangan balik, terlebih lagi tim lawan juga mengalami kelelahan jelang akhir laga, sehingga bakal membebaskan sosok seperti Pogba atau Miki, atau justru Fellaini.

Dari semua gol yang diciptakan di 10 menit akhir Liga Inggris, United menyumbangkan 39% diantaranya. Disini kita dapat melihat tak hanya Miki yang jadi pemain kunci, namun perubahan sistem yang sudah Mou lakukan, termasuk semua pemain yang sudah terlibat didalamnya.

Jadi, intinya, gaya bermain Miki tak lebih bagus ketimbang musim lalu, justru United-lah yang terlihat lebih bagus dalam hal sistem serta taktik permainan pada musim ini. Atau ‘kebetulan’, Miki sangat cocok dengan taktik dan sistem permainan United di musim ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *