Pelatih spesialis tahun kedua, ini komentar Jose Mourinho

By | September 20, 2017

Jose Mourinho jadi salah satu pelatih ternama di sepakbola Eropa dan dunia. Namanya pun melambung sebab jejak rekam yang dulu pernah melatih beberapa klub besar Eropa seperti Inter Milan, Real Madrid, Chelsea, FC Porto, dan kini dia menangani Manchester United.

Jose Mourinho

Jejak indah yang dimiliki oleh Mourinho tentunya tidak lepas dari torehan prestasi yang dia buat, sementak musim 2002 sampai 2017, Mou telah menangani 5 tim dari kompetisi berbeda. Dalam jumlah tersebut, dia selalu berhasil mengantarkan klubnya memetik trofi juara. Hal itu pula berlaku ketika dia sekarang melatih United, tercatat pada musim perdananya dengan Red Devil, gelar Liga Eropa, Piala Liga Inggris, dan Community Shield sukses dia berikan.

Kembali mengacu kepada karir kepelatihannya semenjak tahun musim 2002, Real Madrid, Inter Milan, Chelsea, dan FC Porto selalu sukses dibawa Mou memetik trofi juara di ajang domestik. Bahan saat melatih Inter Mian, Chelsea, dan Porto, trofi domestik selalu sukses dia dapatkan pada musim pertamanya.

Tapi kecenderungan itu berubah ketika dia melatih Real Madrid di musim 2010/11. Musim perdananya berjalan kurang lancar. Dia gagal memutus dominasi Barcelona. Walau begitu dia masih membawa gelar Copa del Rey di musim pertamanya.

Tuahnya untuk memutus trek apik Barca akhirnya berbuah pada musim keduanya. Mou berhasil mengantarkan Madrid merengkuh gelar La Liga, tapi selepas itu prestasi Los Blancos mengalami penurunan, hal itulah yang membuat dirinya dipecat di musim 2013/14.

Kemudian Mourinho kembai ke pelukan Chelsea. Tapi gelar Liga Primer gagal dia dapatkan di tahun pertamanya. Barulah di musim 2014/15 dia berhasil membawa Chelsea meraih gelar liga domestik.

Dari sanalah Mou dikenal sebagai manager yang mempunyai kecenderungan mengantarkan klubnya meraih gelar domestik di musim keduanya. Saat memutuskan untuk berlabuh ke Old Trafford di musim 2015/16, dia juga gagal memenangi gelar Liga Primer.

“Saya tak tahu kenapa banyak orang berbicara mengenai tahun kedua sebab saya menang pada musim pertama serta saya menang di tahun ketiga. Saya kurang memahaminya,” ujar Mourinho.

“Saya hanya merasa jika tahun kedua merupakan tahun yang bagus dalam hubungannya dengan tahun pertama sebab pada tahun pertama anda datang serta kerap kali, seperti kasus saya, bahkan saya tak bisa mengatur program bagus di ajang pra musim.”

Walau demikian, tak ada opsi lain baginya untuk mempertahankan kecenderungan keberhasilan memetik gelar pada musim keduanya. Selepas di tahun pertama dia gagal di Liga Inggris sebab hanya bisa duduk di posisi ke 6 klasemen akhir, peluang Mou pun ada di tahun keduanya. Kesempatannya begitu terbuka, sebab kini United ada di jalan yang benar dengan masih duduk manis di pucuk klasemen sementara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *