Mauro Icardi dan David Villa kembali ke timnas masing-masing

By | September 6, 2017

Ada yang menyenangkan dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018 ini, khususnya untuk fans Mauro Icardi dan David Villa. Mereka berdua mendapat panggilan untuk membela timnas masing-masing. Mereka pun kembali memakai seragam kebanggaan masing-masing.

David Villa mengawali karirnya pada sebuah tim yang bernama Sporting Gijon. Villa pun mengawali karirnya sebagai pesepakbola dari bawah dengan bergabung ke Sporting Gijon B semenjak musim 1999 sampai 2001 hingga selanjutnya bermain dalam skuad inti semenjak musim 2001 sampai 2003.

Kemudian dia hengkang menuju Real Zaragoza dengan harga 2,80 juta euro serta bermain sampai musim 2005, sebelum akhirnya bergabung dengan Valencia dengan nilai 12 juta euro. Bersama Valencia, Villa menjadi salah seorang pengoleksi hat trick tercepat (menit ke 79 hingga menit ke 84) yang dia buat di 23 April 2006 silam.

Selanjutnya Villa hengkang ke Barcelona dengan nilai 40 juta euro. Prestasi terbesarnya ialah saat mengantarkan Barcelona memenangkan final Liga Champions musim 2010 kontra Manchester United di Wembley Stadium.

Torehannya bersama klub MLS, NYFC dengan 59 gol dalam 87 laga ditambah penghargaan pemain terbaik MLS musim lalu membuat pelatih Spanyol, Julen Lopetegui kembali memanggil Villa untuk membela timnas Spanyol.

Sementara itu Mauro Icardi memiliki cerita lain mengenai dirinya yang baru kali ini mendapat panggilan dari timnas Argentina. Icardi pernah bemain untuk Barcelona di musim 2008, serta dipinjamkan menuju Sampdoria di musim 2011. Di musim tersebut juga langsung dipermanenkan oleh Sampdoria selepas mengoleksi performa impresif selama enam bulan dengan raihan 13 gol dalam 19 laga.

Dalam 33 pertandingan serta 11 gol bersama Sampdoria, Icardi selanjutnya bergabung ke Inter Milan di musim 2013/14 dengan nilai 13 juta euro. Bersama Inter, Icardi sukses mengoleksi 148 pertandingan dengan 81 gol serta 21 assists. Walau dia sempat bersitegang dengan suporter Inter, hingga kini dia masih membela tim Biru-Hitam, bahkan dia dipercayai mengenakan ban kapten.

Berbagai raihan bagus dengan Inter ternyata tak membuatnya langsung melenggang mulus guna membela timnas Argentina. Cukup banyak asumsi yang telah dikeluarkan kenapa Icardi masih belum dipanggil terlebih lagi dia telah menorehkan prestasi dalam level klub.

Pada akhir Agustus 2017, pelatih timnas Argentina, Jorge Sampaoli telah memutuskan untuk segera memanggil Icardi yang dinilai bisa untuk meninggikan harapan Argentina untuk bisa lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 selepas di beberapa laga Argentina mengalami jalan buntu.

Mereka sadar untuk tak terus menerus bergantung pada daya magis Lionel Messi. Mungkin Sampaoli sudah membelakangkan masalalu perdebatan tentang Icardi yang mementingkan kontribusi golnya sebagai penyerang utama Inter guna membantu lini depan tim Tango.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *