Fakta Unik Anak Angkat CR7, Martunis Si Bocah Dari Aceh

By | August 10, 2017

Martunis, salah seorang bocah asal Aceh yang mengguncang dunia, kali ini kembali menghebohkan publik. Perjalanan hidup pemuda berusia 18 tahun ini tidaklah seindah kehidupan remaja sebayanya. Hanya bermodal jersey Portugal, Martunis bisa mengenal pemain hebat saat ini, Cristiano Ronaldo.

Martinus kecil sekarang telah beranjak remaja dan mengikuti jejak sang ayah untuk menjadi pemain sepak bola handal di dunia. Bukan hanya mengenal CR7 saja, Martunis juga diangkat sebagai anak angkatnya. Bahkan, sejak kecil, Martinus ingin mengikuti jejak Ronaldo, yakni menjadi pemain terhebat di dunia. Namun, ada beberapa fakta menarik dalam kehidupan Martunis yang sebenarnya jarang diketahui publik. Apa saja?

  1. Martunis adalah bocah yang selamat dari bencana Tsunami tahun 2004 dan selama 21 hari tanpa makan dan minum terombang-ambing di tengah lautan. Ketika ditemukan Martunis mengenakan jersey Portugal bernomor punggung 10 milik Rui Costa.
  2. Ketika tim medis mempertemukannya dengan ayah, Sarbini, Martunis tak mengenalinya karena dilanda stress akibat Tsunami.
  3. Perjuangan hidup Martunis membuat Ronaldo menyempatkan diri mengunjunginya. Sejak saat itu, mana Martunis kian mendunia.
  4. Martunis yang posisinya dalam sepakbola mirip dengan Ronaldo, ternyata sempat ditolak oleh klub Persiraja Banda Aceh karena memiliki jam terbang yang sedikit. Bukan hanya itu, Martunis juga gagal menembus Timnas Indonesia U-19 yang saat itu dilatih Indra Sjafri. Ditolak oleh Persiraja dan Timnas U-19, Martunis tak menyerah. Guna mencapai cita-citanya tersebut, Martunis berlatih di Sekolah Sosial Olahraga Real Madrid Foundation Aceh atau Social Sport School Real Madrid Foundation Aceh (SSS RMF Aceh).
  5. Pada tahun 2015 lalu, mantan klub Ronaldo, Sporting Lisbon mengajak Martunis bergabung dengan Akademi Sporting U-19. Di Sporting, Martunis memakai nomor peninggalan sang ayah, yakni 28. Nama dipunggungnya adalah Martunis CR.

Fakta-fakta di atas tentu saja menyadarkan kita bagaimana harus menyikapi hidup. Seperti Martinus yang tak ingin masa depannya direnggut hanya karena putus asa. Ia terus berjuang, sampai pada akhirnya ia berhasil menapak satu langkah untuk menjadi pemain sepak bola hebat di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *