Apakah MU Tetap Jaga Konsistensi Kemenangan?

By | July 25, 2017

Saat Angel di Maria memasukkan bola ke gawang Robert Green, Stadion Old Trafford kian bergemuruh layaknya guntur. Tangis kebahagiaan dari para fans Manchester United semakin keras saat Hakim lapangan, Philip Dowd meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. MU sukses menaklukkan Queens Park Rangers  dengan skor 4-0 berkat gol dari Di Maria, Herrera, dan Juan Mata.

Sekarang untuk sementara manajer Louis van Gaal dapat dengan mudah bernapas lega dan tidur nyenyak. Tapi pertanyaannya adalah sampai kapan Van Gaal bisa terus menikmati kesuksesan itu? Dapatkah manajer berkebangasaan Belanda tersebut membawa MU terus berada di jalur kemenangan?

Melihat kinerja musim lalu, selepas ditinggalkan Sir Alex Ferguson, MU seperti kehilangan kekuatan utama mereka, yakni mental juara. Konsistensi menjadi hal yang sangat penting ketika mendominasi semua kompetisi di Inggris para era Ferguson.

Di era David Moyes, MU membuka Liga Inggris dengan kemenangan 4-1 di Swansea City, tapi setelah itu mereka hanya bisa bermain imbang 0-0 dengan Chelsea dan kalah 0-1 dari Liverpool.  MU sempat bergelora dengan mengalahkan Crystal Palace 2-0 dan 4-2 melawa Bayer Leverkusesn di Liga Champions. Tapi setelah itu United dipukul habis Manchester City 1-4.

Lucunya, MU kembali bangkit dan segera mengalahkan Liverpool 1-0 di Piala Liga. Namun tak terduga sekali lagi, para punggawa MU tidak bisa menjaga konsistensi. MU tunduk 1-2 saat melawan West Bromwich Albion di kandang sendiri.

Puncak awal keterpurukan MU terjadi pada Desember 2013, dan kalah dua kali berturut-turut di Old Trafford dalam laga lanjutan Premier League. United kalah 0-1 dari Everton dan Newcastle United. Juga, Liverpool dan City pada bulan Maret 2014, dengan skor 0-3.

Setelah Moyes diberhentikan, Ryan Giggs juga mengalami problem yang sama. Pria dari Wales itu sempat memiliki kesempatan untuk bersenang-senang sambil merayakan kemenangan United 4-0 atas Norwich City pada akhir April 2014, tapi seminggu setelahnya, MU kalah 0-1 dari United Sunderland di kandang sendiri.

“Yang sebenarnya paling utama adalah dengan mendapatkan di jalur yang benar, membangun proses dan kami harus bermain dengan beberapa gaya,” kata manajer berusia 62 tahun tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *